By: @mutiarasalman
Hmmm...sufor? Saya mungkin Ibu langka yg raja tega. Stop sufor anak sebelum usia 2th. Efeknya? Sehat, dermatitis sembuh, BB naik.
Di kantor suami, ada rekap reimbursement pengobatan keluarga karyawan. Tahun ini, keluarga saya masuk "reimburse terendah" sejak 2 anak stop sufor!
Addicted/sakau/ketergantungan sufor pada anak gak perlu disikapi dengan panik. Rewel? Wajar, krn itu "comfort zone" mereka. Santai, pasti bisa.
Kdg justru ortu yg "resistant" utk stop sufor krn takut anak rewel. Kasian? Sayang? Walau tdk selebay racun, efek negatifnya banyak.
Anak saya dulu membenturkan kepala kalo gak dikasih susu. Santai, saya kasih bantal: "Yuk, benturin kepala deh. Bunda ttp tdk ksh susu. Boleh kok rewel"J
Oh iya, stop sufor itu saya lakukan pd 2 anak sekaligus lho. Jadi pas rewel histeris, asik deh suasana rumah! J Saya? Tenang aja.
Anak stop sufor, rewel? Wajar banget. Kita yang pada tuwir gini, apa gak "rewel" kalo disuruh stop teh, kopi atau bahkan rokok? J
It's all about knowledge & mindset.Ortu yg tenang secara psikologis, pasti bisa. Perubahan emang sering "painful". Why not for a very good reason?

No comments:
Post a Comment